Bahaya Tidak Menyadari kalau Ban Mobil Gundul

icon 10 April 2026
icon Admin

Ban mobil memiliki banyak fungsi krusial. Beberapa di antaranya adalah sebagai penopang beban mobil, menyerap guncangan dari jalan, memberikan traksi dan daya cengkeram. 

Kemudian ban mobil juga memastikan kendali dan stabilitas kendaraan. Namun seiring berjalannya waktu, ban mobil bisa gundul atau mengalami keausan. 

Sayang sekali, kadang pemilik mobil tidak menyadari kondisi tersebut. Padahal sangat berbahaya. Apa saja bahaya yang dimaksud?

Risiko Membiarkan Ban Mobil Gundul 

Ban mobil yang aus tidak boleh Anda abaikan. Sesegera mungkin bawa ke bengkel Suzuki untuk dilakukan penggantian. Jika tidak maka Anda bisa mengalami risiko berikut:

  1. Pengereman Tidak Maksimal 

Risiko pertama, mobil Anda akan membutuhkan waktu untuk melakukan pengereman pada jalanan yang licin. Ini karena ban mobil yang aus sudah tidak memiliki daya cengkram pada permukaan jalan. 

Kondisi tersebut menyebabkan pengereman berjalan lebih lama untuk benar-benar berhenti. Tentunya ini sangat berbahaya apalagi jika terdapat mobil di depan yang berhenti secara mendadak. 

  1. Suhu Tinggi pada Ban Mobil 

Ban gundul artinya permukaannya aus atau tidak terdapat pola tapak. Saat kondisi tersebut terjadi, maka interaksi antara permukaan jalan dengan ban mobil akan terjadi secara intens. 

Gesekannya menjadi tinggi. Inilah yang menyebabkan ban mobil Anda cepat panas. Suhunya meningkat secara cepat karena ban sudah tidak efektif dalam mendispersikan suhu tinggi dari gesekan. 

  1. Bahan Bakar Lebih Boros 

Risiko selanjutnya pada ban aus adalah penggunaan bahan bakar yang lebih boros. 

Bagaimana bisa? Karena mobil Anda membutuhkan energi ekstra untuk menghadapi ban yang aus dan ketidakstabilan jalan. Akhirnya bahan bakar yang dibutuhkan lebih tinggi. 

  1. Ban Mobil Bisa Meledak 

Jika Anda memaksa menggunakan ban mobil walau sudah aus, maka salah satu risiko yang bisa saja Anda hadapi adalah ban mobil meledak. Risiko tersebut meningkat saat Anda memacu mobil dalam kecepatan tinggi. 

Selain itu, ban yang aus bisa lebih tipis dan mudah mengalami kerusakaan saat menghantam lubang yang besar atau suhu tinggi aspal. 

  1. Ancaman Hydroplaning 

Alur yang ada di permukaan ban mobil mempunyai fungsi sebagai pembelah air ketika ban tersebut melewati genangan. Ban yang sudah aus akan kehilangan fungsi tersebut. 

Akhirnya terjadi hydroplaning yaitu kondisi saat mobil meluncur di atas air karena daya belahnya tidak ada. Mobil pun sulit untuk Anda kendalikan ketika di genangan air. 

Tanda-Tanda Ban Mobil Aus yang Sering Diabaikan 

Terdapat beberapa tanda ban mobil mengalami keausan yang harus Anda perhatikan. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Permukaan ban mobil sudah tipis: Ban mobil mempunyai tread atau pola tapak pada permukaannya. Pola tersebut berguna untuk mencegah mobil menjadi tergelincir dan menjaga traksi. 

Apabila tapak sudah tipis sampai lewat batas Tread Wear Indicator (TWI), maka ban mobil harus segera Anda ganti. 

  1. Ban mobil sering kempes: Jika Anda mendapati tekanan angin pada ban mobil terus berkurang padahal tidak ada kebocoran, maka bisa jadi lapisan ban mobil Anda sudah lemah. 

  2. Terdapat retakan atau sobekan pada dinding ban mobil bagian samping. 

  3. Ban mobil sudah mengalami perubahan warna atau ada noda. 

  4. Adanya tonjolan tidak normal atau area dinding samping cacat 

  5. Terdapat keausan ban mobil di area luar

  6. Tapak ban mobil terpisah atau terbelahnya elemen ban

Keausan ban mobil bukanlah kondisi yang perbaikannya bisa ditunda. Anda harus segera melakukan perbaikan agar keselamatan dan kenyamanan Anda dalam berkendara bisa terjaga. 

Ban mobil Anda sudah aus? Segera kunjungi https://suzukidealercab.co.id/ untuk melakukan reservasi jadwal penggantian ban mobil.